Showing posts with label Dunia Kita. Show all posts
Showing posts with label Dunia Kita. Show all posts

Saturday, December 15, 2012

Cerita Orang Jepang Soal Janji 'Insya Allah' dan Islam di Indonesia


Profesor Hisanori Kato punya banyak cerita soal masalah sosial di Indonesia. Di antaranya soal urusan ketepatan waktu dan konflik antar ormas Islam di Tanah Air.

Dalam bukunya yang berjudul 'Kangen Indonesia', Kato menceritakan pengalaman selama belasan tahun tinggal di Indonesia. Pria yang kini bekerja sebagai dosen di Jepang itu merindukan Indonesia, dengan semua permasalahannya.

Di beberapa bab bukunya, Kato mengaku dekat dengan sejumlah tokoh ormas Islam di Tanah Air. Mulai dari almarhum Gus Dur, pimpinan JAT Abu Bakar Baasyir, tokoh JIL Ulil Abshar, hingga petinggi FPI Habib Riziek Shihab. Kedekatan Kato terjadi sewaktu menulis penelitian tentang ormas Islam di Indonesia. Saat itu, dia sedang menyelesaikan studi sosiologi agama di Sydney, Australia.






Nah, selama proses penulisan itu, dia sering mendengar orang Indonesia mengatakan 'Insya Allah' saat berjanji. Pada kenyataannya, banyak orang Indonesia menggunakan frase tersebut untuk berjanji yang tidak pasti. Bahkan mereka menggunakannya untuk alasan ketidaktepatan waktu atau janji.

"Sebagai orang Jepang, kalau saya berkata 'Janji ya?, saya ingin lawan bicara mengatakan 'ya, saya mengerti'. Tetapi banyak orang Indonesia menjawab 'Insya Allah'," tulis Kato dalam bukunya.

"Suatu hari saya berjanji dengan seseorang sampai waktunya janjiannya lewat orang itu tidak muncul juga. Dia berkata 'karena hujan saya tidak pergi'," sambungnya.

Kato sempat menilai 'Insya Allah' sebagai kata sakti untuk tak menepati janji. Namun setelah dia bertanya pada Gus Dur dan sejumlah tokoh-tokoh Islam, konsep Insya Allah bukan demikian.

"Yang terakhir Allah yang menentukan, tetapi sampai batas itu manusia harus berusaha dengan seluruh kemampuan yang dimilikinya," demikian pesan Gus Dur pada Kato.

Ucapan Gus Dur pun terbukti. Kato sempat menemukan orang Islam yang benar-benar menepati ucapan dan janjinya di kemudian hari.

Nah, selain masalah janji Insya Allah, Kato juga menyoroti pertentangan antar ormas Islam yang tak kunjung kelar, terutama kalangan fundamental melawan liberal.

Bagi Kato, para tokoh-tokoh yang ditemuinya sangat terbuka dan mau berkomunikasi. Bila itu dilakukan, penyuka masakan padang ini yakin bisa terjadi sebuah keharmonisan.

"Karena keduanya, baik kelompok Islam liberal maupun Islam fundamental sudah meluangkan waktu untuk saya yang nonmuslin, saya pun percaya bahwa bukan tidak mungkin di antara sesama muslim bisa bermusyawarah dan berembuk," tuturnya.

Tak lupa, Kato juga kangen dengan suasana Ramadan di Indonesia. Dia punya banyak cerita soal pengalaman puasa dan kehangatan orang-orang yang menjalaninya.

"Suatu ketika di bulan Ramadan saya naik angkot. Satu orang ibu di antara mereka dengan tenang mengeluarkan kantong plastik berisi air mineral dari dalam tasnya dan memberikan pada penumpang di sampingnya. Saya pikir orang itu temannya, ternyata kedua orang itu tidak saling mengenal," ceritanya.

"Ramadan yang mengingatkan saya akan hal itu adalah ajaran Islam yang penting yang mempunya kekuatan besar," sambungnya.


sumber | iniunic.blogspot.com | http://news.detik.com/read/2012/12/16/093409/2119652/10/cerita-orang-jepang-soal-janji-insya-allah-dan-islam-di-indonesia?9911012

Tanggal cantik 12/12/12 kalender masehi...di kalender hijriah lebih cantik lagi!!!



Pada tau kan kalau rabu kemarin merupakan tanggal cantik di tahun 2012 untuk kalender masehi,moment tsb jg banyak dimanfaatin orang untuk ngadain acara pernikahan ataupun kelahiran bayi (kaya babynya KD ).
Dan ternyata di kalender hijriah hari Jumat kemarin merupakan tanggal cantik yaitu

Yupz,,,tanggal 1 Safar 1434 Hijriah yang disingkat menjadi tanggal 1/2/34 H.
Gimana gan,keren kan tanggal cantik kalender hijriahnya,,sayangnya banyak yang tidak tahu,bahkan di Indonesia yang mayoritasnya beragama Islam tidak tahu kalender hijriahnya . Yah mungkin karena kalender masehi lebih banyak dipakai dalam keseharian,


sumber | iniunic.blogspot.com | http://kaskus.co.id/thread/50cc27342c75b4cd7800000f/tanggal-cantik-12-12-12-kalender-masehidi-kalender-hijriah-lebih-cantik-lagi/

Friday, December 14, 2012

Perbedaan Bendera Indonesia Dengan Monaco

Ternyata bendera Merah Putih Negara kita ada kembarannya yaitu negara monaco...

 
bendera indonesia
 
bendera monaco

secara sekilas emang mirip yah gan..... nah ini perbedaannya

secara fisik perbedaan dari sisi skala ukuran benderanya.
- Bendera Indonesia : Skala 2 berbanding 3 (2:3)
- Bendera Monako : Skala 4 berbanding 5 (4:5)
Contohnya, jika bendera Indonesia memiliki panjang tiga meter makan lebarnya adalah dua meter. Dan jika bendera Monacco panjangnya lima meter maka lebarnya adalah empat meter.

Hal itu sempat di jadikan olok-olokan dari negara tetangga kita (baca : Bangsa-t Malingsial) yang menganggap kita telah menjiplak bendera negara Monacco. Namun faktanya adalah :

Secara resmi,
memang Monaco lebih dulu sebab,mereka mulai menggunakan bendera berwarna merah putih sejak tahun 1881,
sedangkan Indonesia baru pada tahun 1945(dibuat oleh Fatmawati istri dari Ir.Soekarno menjelang proklamasi kemerdekaan RI),

namun secara historis,
Kerajaan Majapahit telah menggunakan bendera ini dari jauh sebelum itu.

KESIMPULAN

Spoilerfor :
Perbandingan
Ukuran:
Indonesia=2:3
Monaco=4:5
Resmi Digunakan
Indonesia=17 Agustus 1945
Monaco=4 April 1881
Latar Belakangan Sejarah
Indonesia=Warna panji-panji Kerajaan Majapahit
Monaco=Warna-warna simbol House of Grimaldi


Spoilerfor Bendera Indonesia:
Bendera Indonesia
Bendera nasional Indonesia, yang dikenal sebagai Sang Saka Merah Putih (“Merah Putih”) didasarkan pada bendera Kerajaan Majapahit pada abad ke-13 di Jawa Timur. Bendera itu sendiri diperkenalkan dan dikibarkan secara resmi di hadapan dunia pada upacara Hari Kemerdekaan Indonesia, tanggal 17 Agustus 1945. Desain bendera masih tetap sama sampai sekarang.Warna merah putih berasal dari bendera Kerajaan Majapahit pada abad ke-13. Kemudian, warna-warna itu dihidupkan kembali oleh para mahasiswa dan para nasionalis di awal abad 20 sebagai ekspresi nasionalisme melawan Belanda.

Bendera merah-putih dikibarkan untuk pertama kalinya di Jawa pada tahun 1928. Di bawah pemerintahan Belanda, bendera itu dilarang berkibar. Sistem ini diadopsi sebagai bendera nasional pada tanggal 17 Agustus 1945, ketika kemerdekaan diumumkan dan telah digunakan sejak saat itu.Ada juga cerita lain tentang bendera Indonesia, yang secara signifikan berhubungan dengan bendera Belanda. Di bawah kolonialisme Belanda, setiap urusan menggunakan bendera Belanda (merah-putih-biru). Sedangkan bendera Indonesia dilarang digunakan. Sebagai simbol perlawanan terhadap Belanda, kaum nasionalis

Indonesia dan gerakan kemerdekaan merobek bendera Belanda. Mereka merobek bagian bawah bendera, dan memisahkan warna merah dan putih dari warna biru. Alasan utamanya adalah karena biru pada bendera Belanda dipahami sebagai berdiri untuk aristokrasi “berdarah biru”. Sebaliknya, warna merah mewakili darah yang tertumpah dalam Perang Kemerdekaan, sedangkan putih bisa dipahami untuk melambangkan kemurnian Indonesia.
Nama resminya adalah Sang Merah Putih sesuai dengan Pasal 35 UUD 1945. Bendera ini juga biasa disebut Bendera Merah Putih, Sang Dwiwarna, atau Sang Saka Merah Putih. Bendera Pusaka adalah bendera yang dikibarkan di depan rumah Soekarno beberapa saat setelah dia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Bendera Pusaka ini adalah dijahit oleh Ibu Fatmawati Soekarno, dan dikibarkan setiap tahun di depan istana presiden pada saat upacara hari kemerdekaan. Namun, karena dianggap terlalu rapuh, Bendera Pusaka dikibarkan untuk yang terakhir kalinya pada 17 Agustus 1968.Merah berarti keberanian, sedangkan putih berarti kemurnian. merah tersebut merupakan tubuh manusia atau kehidupan fisik, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia atau kehidupan rohani. Bersama-sama mereka berdiri untuk melengkapi manusia.Secara tradisional, sebagian besar masyarakat Indonesia telah menggunakan merah dan putih sebagai warna suci mereka, pencampuran warna gula (warna merah berasal dari gula kelapa atau Gula aren) dan beras (berwarna putih).

Sampai hari ini, keduanya merupakan komponen utama masakan Indonesia setiap hari. Rupanya, penduduk Kerajaan Majapahit juga menggunakan konsep ini dan dirancang sebagai bendera merah dan putih.Note : Kerajaan majapahit berdiri tahun 1293


Spoilerfor Bendera monaco:
Bendera monaco
Bendera nasional Monaco terdiri atas dua strip horizontal yang sama, merah (atas) dan putih (bawah). Warna Merah dan Putih sudah menjadi corak khas The House of Grimaldi paling tidak semenjak 1339, namun dengan desain yang berubah-ubah.. Desain dua warna diadopsi pada tanggal 4 April 1881, di bawah pimpinan Pangeran Charles III.Bendera Monako yang asli (berbentuk sama dengan Bendera negara Monako tapi dengan gambar simbol negara versi sebelumnya di tengahnya) sudah digunakan sejak awal kerajaan ini berdiri, kecuali saat Monako di-aneksasi Perancis pada periode 1793-1814. Bentuknya kini yang lebih [SPOILER=]sederhana mulai digunakan sejak 4 April 1881.


berikut bendera2 yang mirip dengan bendrea Merah putih kita

1.Polandia
Spoilerfor :


2.Singapura
Spoilerfor :


3. Hessen
Spoilerfor :

hessenadalah salah satu negara bagian di Jerman
ini juga mirip kali yah gan


4. Austria
Spoilerfor :



sumber | iniunic.blogspot.com | http://kaskus.co.id/thread/50b4ff472675b4a4610000cd/perbedaan-bendera-indonesia-dengan-monaco/